Ketika engkau merasa dunia berpaling darimu dan Tuhan tak sayang padamu, wahai dirimu lihatlah orang-orang yang ada dibawahmu.
Apakah engkau melihat mereka, "LIHATLAH" mereka masih bisa tersenyum simpul, senyum yang menandakan kebahagiaan, yang menandakan keikhlasan, dan yang menandakan ketulusan.
Dan sekarang apakah engkau tidak malu dengan sikapmu yang selalu menyalahkan Tuhanmu, Dunia, dan Orang-orang yang ada disekitarmu. Apakah engkau tidak pernah Ridho dengan pemberian Tuhanmu kepadamu.
Jika iya engkau bagai orang tak tahu terimakasih, orang yang hanya mengejar kebahagiaan untuk diri sendiri, dan orang yang tak pernah ikhlas dalam segala hal.
Lihatlah mereka yang berada dibawahmu, apakah mereka lebih beruntung daripada dirimu???
Apakah nasib mereka lebih baik darimu?
Apakah mereka seakan lebih pintar dan hebat darimu???
Saya katakan iya, mereka semua lebih beruntung daripada dirimu, kenapa?
Karena mereka masih bisa menikmati dunia, dengan senyum kasihnya walau mereka tahu hidup mereka tak seberuntung dirimu.
Saya katakan iya, mereka semua memiliki nasib yang lebih baik darimu. Karena mereka tahu apa itu arti keikhlasan sehingga mereka tak terbebani hanya dengan materi yang mereka dapat.
Saya katakan iya, mereka semua lebih pintar dan hebat darimu. Karena mereka lebih pintar dalam menghadapi hidup sehingga tak merasakan depresi dengan kehidupan mereka yang selalu dibawah, mereka tahu materi tak akan selalu membuat mereka bisa bahagia dan tersenyum seperti sekarang, mereka hebat lebih hebat darimu mungkin lebih segalanya darimu.
Apakah sekarang engkau mengerti, penderitaan yang kini kau hadapai itu semua karena dirimu belum mengerti bagaimana menyikapi semua yang telah engkau dapatkan sekarang, engkau tidak pernah ikhlas dan ridho terhadap pemberian Tuhanmu.
Engakau selalu mencari-cari celah untuk mengeluh tanpa engkau sadari.
Jika engakau masih begitu engkau takkan pernag lepas dari keburukan fikiranmu saat ini.
Engkau akan terus terjerat dalam hitamnya fikiranmu, dan akan membunuhmu, membunuh otak dan hatimu.
Selalu akan merasakan kegelapan, takkan bisa melihat terang kembali...
Gelap, gelap, dan gelap.
Sunyi, sunyi, dan sunyi.
Engkau akan tetap merasa sendiri...
Lihatlah dibawahmu, jangan hanya melihat diatasmu saja.
Apakah engkau melihat mereka, "LIHATLAH" mereka masih bisa tersenyum simpul, senyum yang menandakan kebahagiaan, yang menandakan keikhlasan, dan yang menandakan ketulusan.
Dan sekarang apakah engkau tidak malu dengan sikapmu yang selalu menyalahkan Tuhanmu, Dunia, dan Orang-orang yang ada disekitarmu. Apakah engkau tidak pernah Ridho dengan pemberian Tuhanmu kepadamu.
Jika iya engkau bagai orang tak tahu terimakasih, orang yang hanya mengejar kebahagiaan untuk diri sendiri, dan orang yang tak pernah ikhlas dalam segala hal.
Lihatlah mereka yang berada dibawahmu, apakah mereka lebih beruntung daripada dirimu???
Apakah nasib mereka lebih baik darimu?
Apakah mereka seakan lebih pintar dan hebat darimu???
Saya katakan iya, mereka semua lebih beruntung daripada dirimu, kenapa?
Karena mereka masih bisa menikmati dunia, dengan senyum kasihnya walau mereka tahu hidup mereka tak seberuntung dirimu.
Saya katakan iya, mereka semua memiliki nasib yang lebih baik darimu. Karena mereka tahu apa itu arti keikhlasan sehingga mereka tak terbebani hanya dengan materi yang mereka dapat.
Saya katakan iya, mereka semua lebih pintar dan hebat darimu. Karena mereka lebih pintar dalam menghadapi hidup sehingga tak merasakan depresi dengan kehidupan mereka yang selalu dibawah, mereka tahu materi tak akan selalu membuat mereka bisa bahagia dan tersenyum seperti sekarang, mereka hebat lebih hebat darimu mungkin lebih segalanya darimu.
Apakah sekarang engkau mengerti, penderitaan yang kini kau hadapai itu semua karena dirimu belum mengerti bagaimana menyikapi semua yang telah engkau dapatkan sekarang, engkau tidak pernah ikhlas dan ridho terhadap pemberian Tuhanmu.
Engakau selalu mencari-cari celah untuk mengeluh tanpa engkau sadari.
Jika engakau masih begitu engkau takkan pernag lepas dari keburukan fikiranmu saat ini.
Engkau akan terus terjerat dalam hitamnya fikiranmu, dan akan membunuhmu, membunuh otak dan hatimu.
Selalu akan merasakan kegelapan, takkan bisa melihat terang kembali...
Gelap, gelap, dan gelap.
Sunyi, sunyi, dan sunyi.
Engkau akan tetap merasa sendiri...
Lihatlah dibawahmu, jangan hanya melihat diatasmu saja.



Artikel
Posting Komentar - Back to Content